daun

Wednesday, 22 January 2020

💖Kecewa💔

Dalam deru nafas panjang
Hela nafas terdengar kecewa. 
Seperti gemuruh ombak menahan riaknya, 
Ada amarah yang berusaha tertahan olehku. 
Sampai kapan aku disiksa, 
Pada kenang masa lalu penuh luka. 
Sakitnya masih menyayat, 
Membekas sampai ulu hati. 

Salahku memang terlalu mudah menempatkan rasa, dan terlalu perasa menimbun kecewa. 
Ego mungkin, ahh.. Dia yang memulai dengan membuka pintu-pintu harap tanpa syarat. Membiarkanku masuk, menetap dan meminta angkat kaki. 
Lucu bukan? Dia yang jahat aku yang terluka. 
Ada marah dan maki yang ragu-ragu, entah mengapa tertahan pada sajak-sajak puisinya tempo hari. 
Apa harus menangis? Sangat memalukan
Atau tersenyum pilu? Sangat miris
Aku yang masuk, dan aku yang lupa pintu keluar. Sudahlah.. Sepertinya memang aku telah terbiasa patah hati.


By. Linda_Adhyasta 

Aku mengerti

Tentang semua yang datang, menambah beban,menguji sabar dan mengangkat tinggi derajat. 
Percayalah, aku kuat. Namun tak setangguh itu. 
Berdiri dengan kaki gemetar, menelan ludah mentah-mentah,dan terus menarik nafas panjang.

Aku kuat, namun tak setegar itu. 
Berjalan dengan duri-duri menancap menyakiti. 
Berlari dikejar kenyataan, yang tak ingin berbegosiasi. 
Aku kuat, tapi tak sesabar itu. 
Di cerca dengan berbagai tanya, di belit dengan segala caci, dan di peluk dengan penuh kata-kata mengasihani.

Dan tentang kenyataan, yang akan datang. 
Biarkan aku berjalan lebih pelan, bernafas lebih halus,dan bersabar lebih lagi. 
Aku akan terima dengan lapang, entah itu meberatkan atau membebani. 
Setidaknya tangisku tak akan sekencang waktu itu. Dan sabarku mungkin sedikit bertambah satu. 
Aku terima, bahkan ketika aku harus menyalahkan diri sendiri nantinya.


By. Linda_Adhyasta