daun

Tuesday, 20 August 2024

πŸ–€WANITA

 Wanita yang kaya budi pekerti

Lebih berharga dari permata lazuardi

Percuma cantik rupa dan ragawi

Kalau tak diiringi cantik jiwa dan ruhani


Wanita derajatmu lebih tinggi

Sebagaimana disebut dalam sabda Nabi

Betapa dirimu sangat berarti

Dari dirimu lahir generasi nan bestari


Dirimu laksana arunika

Terbitkan cahaya asa saat ia hampir sirna

Hadirmu jadi penyejuk jiwa

Saat kering dan gersang hati melanda


Kecantikan takkan luntur

Saat rendah hati lembut dalam bertutur

Sederhana dan senantiasa bersyukur

Dengan kemewahan dunia tidak tergiur


Akhlak mulia ialah bunga diri

Perhiasan berharga ialah akhlak yang terpuji

Karena air wudhu' wajahmu berseri

Dengan sikap tawadhu' kau hiasi diri


Wanita punya kedudukan terhormat

Kau laksana mutiara surgawi yang begitu memikat

Yang tak boleh ada di sembarang tempat

Semua pria memantaskan diri untuk mendekat


*Arif Alfi Syahri*

Friday, 19 August 2022

Peduli?

 



Jari ini sudah tak tertahan lagi rasa sakitnya
Sungguh sakit!

Bagimu ini hanya luka kecil tak berarti.
 Bahkan mungkin tak seberapa di banding lelahmu selama ini.
Tak berarti apapun luka yang ada di jari.
Hanya sekedar goresan kecil tanpa arti.

kata-katamu yang membekas di hati.
Cukup perhatian yang aku nanti.
Bukan ucapan menyayat hati.
Disini kau tak peduli.

Dengan semua yang telah terjadi.
Kau anggap sepele lukaku ini.
Dimana hati nurani.

Terima kasih luka ini,
telah mengajariku arti peduli.
Dan cinta kasih yang sejati.

LAS
19/08/2022


Friday, 12 August 2022

Semoga lelahmu menjadi berkah


Semoga lelahmu menjadi berkah yah!

Suamiku, semangatlah....

Suamiku, terus berjuanglah....

Semangat menjemput rejeki yg berkah....

Semua doa untukmu ku panjatkan...

Sholat jangan sampai kau tinggalkan...

Setiap suami harus sepertimu agar setiap istri bisa hidup bahagia selamanya...

Seorang laki-laki tak hanya bertanggung jawab untuk menghidupi keluarganya di dunia...

Sebagai suami, seorang laki-laki harus bisa mempertanggung jawabkan masa depan keluarganya di akhirat nantinya...

Segala sesuatunya akan terasa menyenangkan, apabila kita mau bersyukur dengan setiap hal-hal kecil yang telah kita mendapatkannya...

Suamiku, terima kasih atas semua lelah yang harus kau tanggung demi aku dan anak-anak kita. Selamat bekerja, Sayang!

Syukurku, Tuhan telah mengirimkanmu untukku. Menitipkan diriku bersamamu untuk hidup bersama...

Suamiku, semoga seluruh peluh dan tetesan keringat yang engkau keluarkan dalam perjuanganmu mencari nafkah untuk kami, senantiasa berkah dan dibalas surga...

Semoga Tuhan selalu melindungi dan menguatkanmu, sesulit apa pun kondisi yang kamu hadapi ke depannya...

Semoga kelak, anak-anakmu bisa menjadi seperti dirimu, menjadi panutan yang luar biasa...

Suamiku, jangan ada setitik pun arogansi. Lalu biar Allah saja dan para hamba-Nya menilai semua hal yang paling nyata darimu. sebaik mungkin & setulus mungkin Bekerja dan berkaryalah dengan keyakinan...

Suamiku, jangan remehkan kekuatan doa. Seperti putaran kayuh sepeda, doa akan mengantarkanmu ke tujuan...

Suamiku, jangan menyerah! Aku selalu mendukungmu! Di setiap kesulitan, pasti ada kesempatan...


Suamiku, Aku sudah sangat merindukanmu! Merindukan suaramu, senyummu, kehadiranmu. pulang segeralah πŸ€—πŸ˜


By. LAS

12/08/2022

Wednesday, 18 March 2020

*AWAL PACARAN LDR☎️*
πŸ‘¦: Aku mau berangkat kerja dlu ya?
πŸ‘©: Semangat ya yanx, hati2 d jaln.
πŸ‘¦: Makasih syang.
πŸ‘©: Ya udh, aku matiin ya tlfonnya.
πŸ‘¦: Jangan d matiin!!! temenin d jalan ya syang.
πŸ‘©: Oke sayanggggg....

*BEBERAPA BULAN PACARAN LDR☎️*
πŸ‘¦: Aku mau mandi, berangkat kerja.
πŸ‘©: Iya yanx, jgan matiin y tlfonnya. Ntar aku tmnin d jalan.
πŸ‘¦: Aku udh kesiangan mo buru2 berangkat. g usah manja dech. Tutt....tutt....tuttt....
πŸ‘©: 😰😫😭









Wednesday, 22 January 2020

πŸ’–KecewaπŸ’”

Dalam deru nafas panjang
Hela nafas terdengar kecewa. 
Seperti gemuruh ombak menahan riaknya, 
Ada amarah yang berusaha tertahan olehku. 
Sampai kapan aku disiksa, 
Pada kenang masa lalu penuh luka. 
Sakitnya masih menyayat, 
Membekas sampai ulu hati. 

Salahku memang terlalu mudah menempatkan rasa, dan terlalu perasa menimbun kecewa. 
Ego mungkin, ahh.. Dia yang memulai dengan membuka pintu-pintu harap tanpa syarat. Membiarkanku masuk, menetap dan meminta angkat kaki. 
Lucu bukan? Dia yang jahat aku yang terluka. 
Ada marah dan maki yang ragu-ragu, entah mengapa tertahan pada sajak-sajak puisinya tempo hari. 
Apa harus menangis? Sangat memalukan
Atau tersenyum pilu? Sangat miris
Aku yang masuk, dan aku yang lupa pintu keluar. Sudahlah.. Sepertinya memang aku telah terbiasa patah hati.


By. Linda_Adhyasta 

Aku mengerti

Tentang semua yang datang, menambah beban,menguji sabar dan mengangkat tinggi derajat. 
Percayalah, aku kuat. Namun tak setangguh itu. 
Berdiri dengan kaki gemetar, menelan ludah mentah-mentah,dan terus menarik nafas panjang.

Aku kuat, namun tak setegar itu. 
Berjalan dengan duri-duri menancap menyakiti. 
Berlari dikejar kenyataan, yang tak ingin berbegosiasi. 
Aku kuat, tapi tak sesabar itu. 
Di cerca dengan berbagai tanya, di belit dengan segala caci, dan di peluk dengan penuh kata-kata mengasihani.

Dan tentang kenyataan, yang akan datang. 
Biarkan aku berjalan lebih pelan, bernafas lebih halus,dan bersabar lebih lagi. 
Aku akan terima dengan lapang, entah itu meberatkan atau membebani. 
Setidaknya tangisku tak akan sekencang waktu itu. Dan sabarku mungkin sedikit bertambah satu. 
Aku terima, bahkan ketika aku harus menyalahkan diri sendiri nantinya.


By. Linda_Adhyasta